dari titik mana aku mulai mengukir penaku untuk bercerita?
semua terlalu indah untuk ku untai dengan kata kata
dalam jangka waktu yg singkat semua harus terungkap... dari mana aku harus mengungkapkannya??
sepintas bayangmu yang sering kali terpintas di lamunku..senyum hangat mu yang menarik pandanganku layaknya magnet. dan gerak gerik mu yang terekam jelas menggetarkan sanubariku. waktu mengubah benci menjadi peduli, kendatipun setiap pasang mata mencibirmu ...hina di telingaku , namun itu bukan alasan agar ku menghancurkan dinding dinding rasa itu. aku bukan fanatik, bukan pula buta akan cinta aku hanya coba pahami semua yang tersirat dalam langkahmu...semua hanya kepibaadian yang di dasari dengan kesenangan semata mata . bukan merugikan org lain,, dengan sengaja. sepertinyua kini dinding dinding rasa telah tumbuh kekar. kendatipun perpisahan akan menghancurkannya.rasa itu tumbuh di waktu yang salah ... aku bukan yang terindah dari segala yang terindah , namun arti mu untukku adalah yang terindah dari segala yang indah, ehtah apa yang kau rasa ,,, aksara ini adalah letupan yang bergejolak di hati,.
kini.... fajar telah tertelan senja, tak ada lagi waktu yang dapat ku isi... dengan canda bersamamu,,, sebuah kapal nyaris menjemputmu... dan akan membawamu menjajahi pulau baru untuk hidup ini.. disaat kita mulai mengerti , duduk merendah bersama dan menepi yang di saksikan deburan ombak, bebatuan pun belum cukup hancur diterjang ombak, namun kau harus pergi ... sebuah lambaian tangan yang berat mengiringi kepergianmu , meski kau asyik dan bersiap tanpa melihatku... ketahuilah aku menantimu di balik dinding pelabuhan itu, bersama sejuta rasaku aku menantimu hingga batas waktu bersama bayangmu yang masih tertinggal. menghantuiku. meski kelak kau akan menghapusku dari fikirmu... namun doa doa ku akan tetap menyertaimu.
kan ku kirim rindu itu melalui udara dan kicauan burung yang menderu dan berseruuu....
kumpulan puisi
Sabtu, 10 Maret 2012
Jumat, 24 Juni 2011
akhir
kita terpecah menjadi aku dan kamu
tak lagi bersama dan menyatu
melainkan memilih jalan sendiri sendiri yg ingin di tuju
tak lagi bersama dan menyatu
melainkan memilih jalan sendiri sendiri yg ingin di tuju
Selasa, 03 Mei 2011
sebuah lamunan kerinduan
lamunan menghanyutkan ku dalam limbah kebisuan
ku tenggelam dalam dinginnya ke bingungan
terdampar dalam tepi kesunyian
berharap kau datang
menjemput dan menyelamatkan
aku yang terombang ambing dalam kerinduan
mayapada penuh lamunan dalam khayal, sulit terpecahkan
sebelum raga melepas dahaga kerinduan
dan sebelum mata melihat bayang pencengkram cinta suluh jiwa
selamatkan aku dalam limbah kebisuan
jgn biarkan aku tenggelam dalam dinginnya kebingungan
dan terdampar dallam kesunyian
ku tenggelam dalam dinginnya ke bingungan
terdampar dalam tepi kesunyian
berharap kau datang
menjemput dan menyelamatkan
aku yang terombang ambing dalam kerinduan
mayapada penuh lamunan dalam khayal, sulit terpecahkan
sebelum raga melepas dahaga kerinduan
dan sebelum mata melihat bayang pencengkram cinta suluh jiwa
selamatkan aku dalam limbah kebisuan
jgn biarkan aku tenggelam dalam dinginnya kebingungan
dan terdampar dallam kesunyian
Senin, 02 Mei 2011
******
ku kecup kening bulan
melalui dinginnya angin malam
germerlap bintang penghias langit kelam
bertabur dalam tatanan langit yang ku tatap tajam
Sambil sesekali angan ku terhenpas muram
"langit yang membentang"
"beri aku cela ntuk meluhat wujud TUHAN"
Angan itu terhenpas bersama derau angin yang bertiup kencang
sesekali menyapa para ilalang
lamunan terpecah seketikaaa
lafal islam yang berkumandang
menarikku kembali pada dunia nyata
memecahkan dunia fana
mengingatkanku dalam sebuah hakikat
memberi aku jawaban yg sekejap terfikirkan
"langit tak perlu memecah untuk memberi cela"
"karna kini aku pun sedang berada dalam suksa Tuhan Yang Maha Esa"
ia melihat semua sudut yang mgkn tak terlihat
berjalan melalui setiap untaian doa
tersenyum bila mendengat lafal Al-qur'an ternyanyikan dengan nada
melalui dinginnya angin malam
germerlap bintang penghias langit kelam
bertabur dalam tatanan langit yang ku tatap tajam
Sambil sesekali angan ku terhenpas muram
"langit yang membentang"
"beri aku cela ntuk meluhat wujud TUHAN"
Angan itu terhenpas bersama derau angin yang bertiup kencang
sesekali menyapa para ilalang
lamunan terpecah seketikaaa
lafal islam yang berkumandang
menarikku kembali pada dunia nyata
memecahkan dunia fana
mengingatkanku dalam sebuah hakikat
memberi aku jawaban yg sekejap terfikirkan
"langit tak perlu memecah untuk memberi cela"
"karna kini aku pun sedang berada dalam suksa Tuhan Yang Maha Esa"
ia melihat semua sudut yang mgkn tak terlihat
berjalan melalui setiap untaian doa
tersenyum bila mendengat lafal Al-qur'an ternyanyikan dengan nada
Sabtu, 12 Maret 2011
penggubah jiwa
Kau adalah sebuah jembatan…
Kau bawa aku memasuki dunia cintamu
Dunia itu hanyalah milik kita
Setapak demi setapak ku telusuri dunia itu
Bersama dengan tangan lembutmu yang menggenggam jamari kecilku
Kau menggubah hati kecil ini untuk tersadar
Dari mimpi mimpi risaunya yang menginginkan teman
Kau buatku merasakan
Cinta yang menyapa di kala hati mulai gatir
Rangkuhlah daku kasihku
Jangan biarkan hati ini tenggelam dalam mimpinnya yang suram
Terhempas sluruh rasa risau itu dalam isyarat
Ketika bayangmu nampak jelas dalam sukmaku
kau adalah setitik awan putih dalam cakrawala
kau adalah jawaban dari semua rintihan yang menderu
dulu cinta adalah sepatah kata yang pahit ku ucapkan
dulu cinta adalah sepatah kata yang tak lengkap ku dengar
namun kini…. Cinta….
Cinta adalah kata termanis yang ku ucapkan
Cinta adalah kata yang lengkap karna kaulah yang melengkapinya
Jangan biarkan aku terhemapas dalam kesendirianku
Telah lama hati ini menunggu datangnya dirimu
Kini ku membuthkan penantianmu
Aku tak ingin kau hanya mengatakannya
…. Buktikanlah penantian itu
Mungkin kini ku masih bisa beridiri di hadapanmu
Dan nampak jelas dalam binar matamu
Namun KELAK
Hanya tersisa bayangan yang samar dalam mata
untuk seseorg
Hanya sendiri
Menatap dengan penuh rasa iri
Tak cukup memiliki sebuah arti
Dari kata persaudaraan yang kini ku cari
Hanya pertengkaran yang kerap kali ku lakukan
~
~
~
Kau….
Kau datang menghampiri dan memberi arti
Yang slama ini ku cari cari
Ku rasakan hangatnya kasih sayang
Yang slama ini slalu ku pertanyakan
jiwa yang tlah hilang
Kaki ini terhenti sejenak
Hati ini terhenyak
Berdiri di atas muntahan tanah perengut jiwa
Mereka tlah tiada
Terkubur dalam gejolak tanah yang mengayun dan terpecah
Jeritan terdengar
Memanggil nama mereka yang hilang
Inilah takdir Tuhan
Tak terduga
apabila “Tuhan tlah murka”
panjatan doa dan tangis peneman sujud
yang kini terus kami hantarkan padaMU
panjatan doa dan tangis peneman sujud
yang kini terus kami hantarkan padaMU
Langganan:
Entri (Atom)


